Jumat, 19 Oktober 2012

Cerita Seram: Tukang Gula Merah


By on 17.36

Pagi-pagi sekali si Amir hendak mau jualan gula keliling desa. Dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang, jualan si Amir kali ini lumayan laku, tinggal nyisa tiga buah gula merah. Si Amir tetap berjualan lagi agar dagangannya habis.

Namun hingga sore hari tiga buah gula merah itu masih belum terjual, dan akhirnya si Amir memutuskan untuk pulang saja. Saat tiba di rumah, tiba-tiba si Amir melihat seorang wanita cantik yang sedang duduk tepat di teras rumuah si Amir.

"Neng lagi apa sore-sore gini ada di rumah akang?" tanya si Amir.
"Oh, ini saya lagi nunggu pemilik rumah ini," jawab wanita cantik itu.
"Saya pemilik rumah ini neng, ngomong-ngomong ada keperluan apa datang kesini?" si Amir kembali nanya lagi.
"Saya hanya mau beli gula kang buat ibu saya," kata wanita cantik itu.
"Oh, untung saja ini masih ada tiga butir lagi," jawab si Amir.
"Berapa kang harganya?" tanya se wanita cantik itu.
"Kalau untuk cewek secantik eneng, GRATIS aja deh, tapi akang antar eneng pulang yah, udah hampir malam," jawab si Amir sambil cari kesempatan dalam kesempitan.
"Terimakasih banyak yah, akang memang baik deh," jawab si wanita cantik itu.

Si Amir langsung mengeluarkan sepeda motornya untuk mengantar pulang wanita cantik itu. "Ayo neng naik," kata si Amir. Kemudian wanita cantik itu naik, dan si Amir pun melancarkan jurus godaan mautnya. Saat dalam perjalanan si Amir bertanya pada wanita cantik itu, "Neng ngomong-ngomong nama neng siapa?,"Oh kang, nama saya adalah Rasti," jawab si Rasti.

"Kok suaranya agak aneh gitu yah," kata si Amir dalam hatinya. "Kenapa yah, aku dingin sekali, dan cewek cantik ini kenapa diam saja," pikir si Amir sambil ketakutan.

Akhirnya si Amir tiba di rumah si Rasti. "Mas, makasih yah udah mau nganterin Rasti sampai dirumah," kata si Rasti dengan suara yang menyeramkan. "Oh, sama-sama neng, kalau gitu akang pergi dulu," kata si Amir sambil langsung pergi.

Saat dalam perjalanan, tiba-tiba motor si Amir mogok, "Sial kenapa mogok, apalagi di jalan sepi kayak gini, mana ga ada tambal ban lagi," kata si Amir sambil kesal.

Namun si Amir melihat sebuah cahaya, dia langsung menghampiri cahaya itu, ternyata itu sebuah rumah. Si Amir pun hendak minta tolong pada pemilik rumah itu, saat di depan pintu, si Amir mendengar suara orang yang sedang membacakan surat Yasin.

Karena sangat penasaran si Amir langsung mengetuk pintu itu, tok,tok,tokt,tok. 'Iya nak ada apa" kata pemilik rumah itu. "Oh pak, ini motor saya mogok, lalu saya mendengar orang-orang yang sedang membaca surat yasin, ngomong-ngomong apa ada yang meninggal," jawab si Amir.

"Ini mas, anak saya baru meninggal kemarin karena penyakit gula," jawab si pemilik rumah itu sambil nangis.
"Kalau boleh tau, siapa yah namanya?" tanya si Amir sambil penasaran.
"Namanya, Rasti," jawab ayahnya itu.
"Hah, apa....apa..." kata si Amir sambil terkejut.

"Hey mas kamu kenapa?" tanya si pemilik rumah itu. "AAAA...anu, tadi sore ada seorang wanita yang mau beli gula, dan namanya Rasti, lalu saya antarin dia pulang tidak jauh dari rumah ini," jawab si Amir sambil ketakutan. "Maaf mas, disana tidak ada rumah, yang ada hanya kuburan saja," jawab si pemilik rumah.

Si Amir dengan ketakutan langsung pergi dari rumah itu, tanpa berpikir panjang dia menghampiri motornya yang mogok, tiba-tiba motornya jadi nyala kembali, dan dia pun langsung pergi. APA YANG TERJADI SELANJUTNYA.................??? TIBA-TIBA SI RASTI DI BONCENG DI BELAKANG.

Semua cerita di atas jika ada nama, tempat dan lain-lain yang mirip, mungkin itu hanya kebetulan dan tidak disengaja dan tidak bermaksud menghina, menyindir, dan hal buruk lainnya.

About Syed Faizan Ali

Faizan is a 17 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

5 komentar: