Kamis, 12 Juli 2012

Hewan Dapat Membuat Anak Jadi Sehat


By on 17.45

KESEHATAN - Anak-anak yang lahir dari sebuah keluarga dengan hewan peliharan berbulu tampak lebih mampu menangkal penyakit tertentu.

Sebuah penelitian terbaru dari Finlandia menemukan bayi yang punya kucing atau anjing sekitar selama tahun pertama mereka memiliki masalah kesehatan yang lebih sedikit dibandingkan dengan anak kecil yang tidak memiliki hewan peliharaan.

Penelitian yang diterbitkan dalam edisi bulan depan Pediatrics, diikuti 397 anak dari sebelum lahir samapi usia 1, dan mencatat beberapa kali mereka pernah kontak dengan anjing atau kucing setiap minggu.


Meskipun hal yang cukup umum untuk melihat bayi yang baru lahir dengan masalah pernapasan minor dan infeksi telinga, peneliti menemukan bayi-bayi yang memiliki lebih banyak interaksi dengan hewan tampaknya memiliki lebih sedikit masalah ini dan diperlukan obat yang sedikit, bahkan ketika mereka sakit.

Meskipun bayi yang hidup dengan kucing masih dilindungi, perlindungan mereka tidak sekuat bayi-bayi yang tinggal di sekitar anjing. Dan anak-anak tinggal di rumah di mana anjing masuk dan keluar dari rumah lebih sering tampaknya memiliki risiko terendah infeksi.

Walaupun dokter mengakui penelitian lebih lanjut diperlukan, kata mereka ada sesuatu tentang hewan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh bayi yang dapat melindungi terhadap infeksi masa kecil tertentu.

Orang-orang yang memiliki anjing yang kebanyakan disimpan di dalam ternyata memiliki perlindungan dari penyakit, kata Dr Eija Bergroth, seorang dokter anak di Kuopio University Hospital di Kuopio, Finlandia dan salah satu penulis studi tersebut.

Dan apa kotoran harus dilakukan untuk menjaga bayi sehat?

"Para mikroba dalam kotoran entah bagaimana mungkin merangsang sistem kekebalan tubuh anak dan tanggapan kekebalan untuk virus pernapasan dan bakteri kemudian kemudian bisa lebih tenang," kata Bergroth "Atau. Mungkin ada hubungannya dengan anjing dirinya sebagai binatang, seperti bulu, tetapi ini juga tidak yakin. "

Para peneliti tidak dapat menganalisa secara obyektif apakah anak-anak dalam kota memiliki hasil yang berbeda dari anak-anak dari daerah pedesaan dan pinggiran kota. Karena lingkungan hidup dapat mempengaruhi mikroba dalam tanah, anak-anak dalam kondisi yang berbeda mungkin menunjukkan efek yang berbeda.

Menurut penulis, anak-anak dalam penelitian ini adalah yang diikuti sebagai bagian dari penelitian yang lebih besar terutama berkonsentrasi pada alergi. Jadi, mungkin ada kemungkinan, kata mereka untuk menganalisis pengaruh pada infeksi pernapasan kemudian, ketika anak-anak tumbuh dewasa.

(sumber : cnn.com)

About Syed Faizan Ali

Faizan is a 17 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

0 komentar:

Posting Komentar