Rabu, 09 Mei 2012

Pembantaian Hiu Di Raja Ampat


By on 13.12

Blazer Blog - Sebuah kabar yang memilukan datang dari kawasan laut paling indah di Indonesia, Raja Ampat. Di saat para wisatawan mancanegara dan lokal mengagumi biota laut dan indahnya Raja Ampat, perlakuan biadab terjadi. Sekelompok orang melakukan pembantaian Hiu - Hiu dan aneka jenis ikan lainnya.
Tidak ada yang menyangkal keindahan Raja Ampat nun di Papua Barat sana. Tapi sayang, ekosistem Raja Ampat terancam gara - gara nelayan ilegal mengincar hiu. Maklum, harga sirip hiu di pasaran sungguh menggiurkan. Nelayan tersebut sempat ditahan oleh patroli gabungan masyarakat adat kampung Salyo dan Selpele serta Pos TNI AL Waisai di perairan Raja Ampat pada hari Senin 30 April 2012. Mereka menyita barang bukti sirip hiu, bangkai ikan hiu, pari, manta, dan teripang yang diperkirakan bernilai Rp 1,5 miliar. Mengerikan!

Semua hasil tangkapan nelayan dan dokumen kapal disita dan nelayan diperintahkan untuk mengikuti kapal patroli ke pelabuhan Waisai. Sayangnya, mereka melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran. Direktur Eksekutif Conservation International Indonesia, Ketut Sarjana Putra menyatakan keprihatinannya.

"Penangkapan ikan secara ilegal di kawasan konservasi hiu Raja Ampat merupakan kejadian yang sangat kami sesalkan. Tindakan itu dapat merusak proses peremajaan hiu di kawasan konservasi perairan Raja Ampat. Hal ini jelas merugikan masyarakat lokal karena mengurangi ketersediaan ikan hiu yang bernilai ekonomi tinggi bagi mereka," ungkapnya dalam siaran pers pada Minggu 6 Mei 2012.

Atas kejadian tersebut, pemerintah telah mengirimkan bantuan patroli serta menempatkan polisi perairan dan pos Angkatan Laut di sekitar Pulau Sayang, Kabupaten Raja Ampat. Pemerintah juga menempatkan polisi perairan di Pulau Wayag sejak tanggal 4 Mei 2012.

Penangkapan ikan ilegal terjadi di sekitar Pulau Sayang dan Pulau Piai di Kawasan Konservasi Perairan Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat. Berdasarkan adat, kawasan ini dimiliki secara turun temurun oleh Suku Kawe. Mereka sejak 4 tahun lalu, menyatakan area seluas 155.000 hektar di Wayag dan Sayang tertutup untuk penangkapan ikan, demi konservasi ikan yang merupakan sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Kawasan tertutup ini dipantau rutin selama 24 jam secara bergantian oleh anggota masyarakat adat Kawe.

Selengkapnya : belantaraindonesia.org

About Syed Faizan Ali

Faizan is a 17 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

1 komentar: